Senin, 16 September 2013 | By: Enjelina

NOVEL TERJEMAH





Judul Novel               : The Lord Of The Rings The Fellowship of The Rings
 (Sembilan Pembawa Cincin)
Pengarang                  : J.R.R Tolkien
Penerbit                     : Gramedia
Tahun Terbit               :2012
Jumlah Halaman       : 501
Tipe                            : Soft Cover
The Lord Of The Rings The Fellowship of The Rings  (Sembilan Pembawa Cincin), adalah novel karya penulis luar bernama J.R.R Tolkien. Novel yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia ini diterbitkan oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama pertama kali pada tahun 2002, dengan tebal 501 halaman dan dengan tipe hard cover. Sedangkan untuk soft cover diterbitkan tahun 2012. 

Novel ini merupakan novel  kedua dari seri Lord Of The Rings. Buku pertamanya berjudul The Hobbit. Tolkien berhasil membuat novel yang dapat membuat pembacanya bermain dengan fantasi pikirannya. Kita dapat berimajinasi tentang sosok hobbit, sang penyihir Gandalf, sosok peri, bangsa Orc yang buurk rupa, Penunggang Hitam (yang mungkin dapat kita bayangkan sebagai Dementor dalam serial Harry Potter yang menunggang kuda), dan kurcaci. Banyak tempat dan sosok yang bebes kita imajinasikan dalam novel ini.
Novel ini telah diadaptasi menjadi serial film berjudul sama. Bahkan film ini berhasil menyabet penghargaan sebuah ajang bergengsi di dunia perfilman dunia. Novel terjemahan ini sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia.
Kisah Sembilan Pembawa Cincin. Merupakan sekuel pertama dari novel Lord Of The Rings. Berkisah tentang seorang hobbit muda bernama Frodo Baggins dari wilayah Shire yang mendapat warisan sebuah cincin bertuah yang menyimpan kekuatan dahsyat. Ia mendapatkannya dari sang sahabat dekat bernama Bilbo. Bilbo mendapatkan cincin itu ketika sedang mengalami sebuah perjalanan dan bertemu dengan Gollum (untuk kisah selengkapnya ada di buku 1, The Hobbit). Bilbo mewariskan cincin bertuah itu saat ia dan Frodo merayakan pesta ulang tahun mereka. Hanya orang-orang terdekat dan sahabat mereka (termasuk Gandalf) yang mengetahui fungsi dari cincin itu.
Saat warga Shire merayakan pesta dirumah Bilbo, Bilbo masuk ke kamarnya dan mulai berkemas. Ia akan pergi meneruskan petualangannya tanpa ada yang tahu arah tujuannya. Ia menitipkan cincin itu pada sang penyihir Gandalf sang abu-abu untuk diberikan pada Frodo. Frodo yang menerima cincin itu setelah Bilbo pergi sangat terkejut dan tidak tahu menahu tentang apa maksud yang tersirat dari tindakan Bilbo ini.
Setelah penjelasan panjang lebar Gandalf, singkat cerita Frodo melakukan perjalanan dengan tiga sahabat yang lain. Disetiap tempat saat mereka mengalami kesulitan, mereka selalu mendapat bantuan bahkan tambahan anggota rombongan hingga akhirnya jumlah mereka menjadi sembilan.
Ditengah perjalanan, mereka selalu menghadapi kesulitan dan bertarung melawan kematian. Pertaruhan antara nyawa. Memilih kembali ke negeri mereka yang damai tapi sia-sia dalam perjalanan, atau meneruskan perjalanan panjang yang entah kapan berakhir penuh dengan marabahaya?
Novel fiksi ini mengandung nilai moral yang dapat lebih melekat dalam kehidupan sehari-hari kita diantaranya tentang persahabatan. ‘Sahabat akan selalu ada disaat kita membutuhkan bahkan tanpa kita memintanya sekalipun.’. Dalam kehidupan, apapun halangan yang menghadang kita, jika kita tetap pada pendirian dan komitmen kita, kita akan selalu dapat menghadapinya. Dalam sosial, ‘Pengorbanan yang bertujuan baik akan membuahkan hasil yang lebih baik.’
Dalam buku ini, bahasa yang digunakan penulis beberapa ada yang asing ditelinga kita. Tapi jika kita sudah terbiasa membaca novel terjemahan, maka kita tidak akan terlalu mengalami kesulitan dalam memahami kata-kata asing itu. Tolkien berhasil membuat novel ini menjadi sebuah maha karya sastra yang digemari dihampir seluruh belahan dunia termasuk Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar