
Judul Novel : The Lord Of The Rings The Fellowship of The Rings
(Sembilan Pembawa Cincin)
Pengarang : J.R.R Tolkien
Penerbit : Gramedia
Tahun Terbit :2012
Jumlah Halaman : 501
Tipe : Soft Cover
The
Lord Of The Rings The Fellowship of The Rings (Sembilan Pembawa
Cincin), adalah novel karya penulis luar bernama J.R.R Tolkien. Novel
yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia ini diterbitkan oleh
penerbit PT Gramedia Pustaka Utama pertama kali pada tahun 2002, dengan
tebal 501 halaman dan dengan tipe hard cover. Sedangkan untuk soft cover
diterbitkan tahun 2012.
Novel
ini merupakan novel kedua dari seri Lord Of The Rings. Buku pertamanya
berjudul The Hobbit. Tolkien berhasil membuat novel yang dapat membuat
pembacanya bermain dengan fantasi pikirannya. Kita dapat berimajinasi
tentang sosok hobbit, sang penyihir Gandalf, sosok peri, bangsa
Orc yang buurk rupa, Penunggang Hitam (yang mungkin dapat kita bayangkan
sebagai Dementor dalam serial Harry Potter yang menunggang kuda), dan
kurcaci. Banyak tempat dan sosok yang bebes kita imajinasikan dalam
novel ini.
Novel
ini telah diadaptasi menjadi serial film berjudul sama. Bahkan film ini
berhasil menyabet penghargaan sebuah ajang bergengsi di dunia perfilman
dunia. Novel terjemahan ini sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa
termasuk bahasa Indonesia.
Kisah Sembilan Pembawa Cincin. Merupakan sekuel pertama dari novel Lord Of The Rings. Berkisah tentang seorang hobbit muda
bernama Frodo Baggins dari wilayah Shire yang mendapat warisan sebuah
cincin bertuah yang menyimpan kekuatan dahsyat. Ia mendapatkannya dari
sang sahabat dekat bernama Bilbo. Bilbo mendapatkan cincin itu ketika
sedang mengalami sebuah perjalanan dan bertemu dengan Gollum (untuk
kisah selengkapnya ada di buku 1, The Hobbit). Bilbo mewariskan cincin
bertuah itu saat ia dan Frodo merayakan pesta ulang tahun mereka. Hanya
orang-orang terdekat dan sahabat mereka (termasuk Gandalf) yang
mengetahui fungsi dari cincin itu.
Saat
warga Shire merayakan pesta dirumah Bilbo, Bilbo masuk ke kamarnya dan
mulai berkemas. Ia akan pergi meneruskan petualangannya tanpa ada yang
tahu arah tujuannya. Ia menitipkan cincin itu pada sang penyihir Gandalf
sang abu-abu untuk diberikan pada Frodo. Frodo yang menerima cincin itu
setelah Bilbo pergi sangat terkejut dan tidak tahu menahu tentang apa
maksud yang tersirat dari tindakan Bilbo ini.
Setelah
penjelasan panjang lebar Gandalf, singkat cerita Frodo melakukan
perjalanan dengan tiga sahabat yang lain. Disetiap tempat saat mereka
mengalami kesulitan, mereka selalu mendapat bantuan bahkan tambahan
anggota rombongan hingga akhirnya jumlah mereka menjadi sembilan.
Ditengah
perjalanan, mereka selalu menghadapi kesulitan dan bertarung melawan
kematian. Pertaruhan antara nyawa. Memilih kembali ke negeri mereka yang
damai tapi sia-sia dalam perjalanan, atau meneruskan perjalanan panjang
yang entah kapan berakhir penuh dengan marabahaya?
Novel
fiksi ini mengandung nilai moral yang dapat lebih melekat dalam
kehidupan sehari-hari kita diantaranya tentang persahabatan. ‘Sahabat akan selalu ada disaat kita membutuhkan bahkan tanpa kita memintanya sekalipun.’. Dalam kehidupan, apapun halangan yang menghadang kita, jika kita tetap pada pendirian dan komitmen kita, kita akan selalu dapat menghadapinya. Dalam sosial, ‘Pengorbanan yang bertujuan baik akan membuahkan hasil yang lebih baik.’
Dalam
buku ini, bahasa yang digunakan penulis beberapa ada yang asing
ditelinga kita. Tapi jika kita sudah terbiasa membaca novel terjemahan,
maka kita tidak akan terlalu mengalami kesulitan dalam memahami
kata-kata asing itu. Tolkien berhasil membuat novel ini menjadi sebuah
maha karya sastra yang digemari dihampir seluruh belahan dunia termasuk
Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar